Jumat, 24 Agustus 2012

Macet Lebaran

Gak seperti hari biasanya, Bukittinggi, sebuah kota yang gak pernah merasakan macet kecuali hari pasar. telah ramai dipadati mobil dan motor bernomor polisi luar kota, luar provinsi dan luar pulau. orang bilang namanya "mudik". Kalau dihitung hitung, macet bisa menghabiskan waktu, bensin, kesabaran, pengorbanan dan pacar. biasanya ya, gue bebas berkeliaran dengan motor gue tanpa menggunakan rem, kecuali lampu merah sih. tapi sekarang, gue bahkan jarang menggunakan gigi 3 dan 4, serta harus menggunakan rem setiap 5 meter sekali. bisa dibayangin, pengeluaran gue minggu ini meningkat drastis gara gara harus ganti kampas rem lebih cepat dari sebelumnya. Tapi THR telah menutup masalah tersebut. hehe.

Gue kasian sama pemudik dari kota besar yang mungkin rencananya mau refreshing ke kampung dari kemacetan jadi gak kesampaian niatnya, malah lebih macet dikampung daripada yang dikota. gue cuma bisa ngasih #freepukpuk deh, karena gue kurang ahli dalam mengatasi kemacetan dimanapun dan kapanpun. terus yang sabar ya buat  buat para LDR, yang jadi berkurang waktu bersamanya karena macet memperlambat pertemuan kalian.

Tapi dari segi positifnya,  gue yang tinggal di daerah sudut kota Bukittinggi yang selalu takut pulang malem dan bela-belain nginap dirumah temen karena jalan kerumah gue sepi, tapi sekarang jadi rame, bisa pulang larut deh. \o/.

Gue juga salut sama Polisi-polisi yang mengatur jalanan biar macetnya nggak tambah parah, nggak kebayang kalau nggak ada yang mau ngatur jalanan, bisa-bisa jalan raya Padang-Bukitinggi kalau diliat dari satelit jadi kayak ular yang kehilangan semangat untuk hidup. Entah apa hubungannya.

Kayaknya gue udah kehabisan ide nih, gara gara ngantuk. mungkin di lain waktu gue bisa nulis lagi di blog yang apa adanya ini dan karena ada apanya.


wassalam

Tidak ada komentar:

Posting Komentar